Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Label

Blog Archive

Blogroll

free counters

Tampilkan postingan dengan label Sejaty. Tampilkan semua postingan

Semarang...

Mungkin ini kali ketiganya aku menginjakkan kaki di Semarang. Dahulu aku tak begitu mengenalnya. Karena, aku tak mempunyai sanak saudara atau pun teman dekat satu pun. Namun, kini aku telah mempunyai banyak keluarga di kota ini.
---
Semarang, ibu kota Jawa Tengah yang dikenal dengan panasnya. Pagi hingga malam pun panas. Namun, aku merasakan kesejukan jiwa di kota ini. Kota yang memberikan ku banyak pelajaran berharga. Kota yang dimiliki sejuta umat manusia. Hingga kota yang harus ditakuti, karena ada Lawang Sewu-nya.
---
Aku berlibur sejak Sabtu, 20 Desember 2014. 3 bulan yang lalu, aku sibuk mencari tiket untuk pulang ke Solo. Nihil. Semua keberangkatan menuju Solo telah ludes terjual. Berfikir dan berfikir, coba aku melihat kota tujuan Semarang.
"Waw, masih banyak." girang rasanya.
Tapi gimana caranya aku pulang ke Solo?
Waktu itu aku memang belum mengenal dunia secara luas. Yang ku mengerti hanyalah Serpong, Yogyakarta, dan Solo saja. Ku coba bertanya ke teman-temanku yang telah banyak melakukan perjalanan.
---
Teori, memang bisa di mengerti, namun susah di jalani. Iya aku mengerti, "Dari sini ntar kesini, naik ini, kira-kira jam segini nyampe." Tapi aku belum pernah melakukannya. Selalu saja, firasat buruk menghantui pikiran ku. Setelah aku berdiskusi dengan ke dua orang tuaku, ku temukan jawaban mantap dalam diriku.
"Ya! Aku harus berani. Justru itu yang menambah perjalanan hati."
---
Liburan telah tiba. Bukan berarti otak berlibur juga. Otak masih terus berpikir. Bagaimana cara? Mengapa bisa begini? Bagaimana jika hal ini terjadi? Nah, aku melakukan itu tidak seorang diri. Bersama dengan 7 kawanku, kami berpikir. Hingga akhirnya, sampailah kami di kota tujuan, Semarang.
---
"Istirahat dulu lah." kata salah satu temanku.
Aku dan F beristirahat di rumah P. Lega rasanya ada yang mau menampung kita. Masalahnya, besok kami harus melanjutkan perjalanan ke kota tujuan akhir kami. Aku di Solo dan F di Ponorogo.
F terlihat bahagia
---
Kebetulan pula, sebagian dari keluarga kami berkumpul di Semarang. Kenapa nggak jalan-jalan sekalian? Ah, capek. Besok harus pulang.
"Yaudah, sekalian ke UNDIP. 2 jam juga cukup. Ngapain lama-lama. Mumpung di Semarang."
"Iya juga sih."
"Jam 8 berangkat ya."
Dan kami menyetujui.
---
Pagi-pagi. Jam 8. Oh Allah, lama sekali mereka.
Tet, finally jam 9 baru berangkat.
Fine, cuman muter-muter.
Pulang.
---
Mampir ke rumah si D.
COPAST dari fb orang. hehe
Hujan kan? Nunggu reda. Makan. Minum. Ngobrol dulu. Tapi, disisi lain. Aku merasakan keganjalan yang luar biasa. Aku merasakan hal yang aneh dalam diri ini. Why? Hanya Allah Yang Mahatahu.
bercengkerama
Sudah reda? Huah! Miss you Solo. Tapi aku nggak tahu weh, harus naik apa.
Sudahlah, ada Mr. T yang menanggung segalanya. Aku pulang. Dengan beribu-ribu pelajaran yang ku dapatkan. Kau ingin tahu? Sayang sekali, mungkin hanya aku yang merasakan pelajaran ini. Lebih dekat dengan orang yang sama sekali belum dekat. Dan menjadi lebih akrab dengan orang yang hanya sebatas kenal saja. Semoga kau mengerti :D
Tag : , ,

SERTIJAB SEJATY

Ahad, 7 September 2014.

Hari yang menyenangkan untuk anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. Iyalah, liburan. Tapi, menurutku, semua hari itu sama aja. Nggak ada liburnya. Semua butuh energi untuk beraktifitas.

Hari Ahad ini, sengaja aku tak mandi sebelum subuh. Why? Actually, we clean up our school. Butuh waktu lebih dari setengah jam untuk membersihkannya, karena aku dan 101 H juga beresin kamar, biar nyaman buat belajar. After that, ada kumpul bareng 10 temen. Share our story. Kurang lebih 1 jam.

Di tengah-tengah keasyikan kami kumpul, ada announcement kalo sejaty kumpul ke plaza. Oke fix, aku menyegerakan diri ke plaza. Walaupun telat dikit sih. Ya biasalah. Ahad itu banyak kumpul *EA. Sampai di plaza, acara langsung dimulai. Acara di handle sama anak sejaty Eisthera. Kya! Seru juga. Snack-nya berlimpah.

Sertijab Bendahara
Nah, Presidennya Zidna QT, Gubernur utaranya Ahmad Haidar S, Gubernur selatannya Muhammad Hanif. Bendahara Farahdina Zain. Sekretarisnya Najwa Wijdania.

Acara selanjutnya.... Ada hiburan tembang macapat -yang aku nggak tau judulnya apa- di bawakan oleh M. Irvan Hanafi. Suaranya pas banget.
lagi nembang
After that, ada kuis seputar Jawa Tengah. Entah itu berbau politik, sosial, ekonomi, pembangunan, dan lain-lain. Sebagian besar sih banyak yang tau, kecuali masalah politik. Parahnya, diantara kita nggak ada yang tahu "Siapa nama gubernur Jawa Tengah?" dan "Darimana asal beliau?". Maafkan kami pak gubernur.
FYI, aku bisa ngejawab soal "Dimana waduk Gajah Mungkur berada?". Yey! Tapi hadiahnya menyusul-_-

Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIC. Saatnya nyuci (bagi yang akhwat). Dan saatnya reguler (buat yang ikhwan. Sekian sertijab kali ini. Semoga bisa bermanfaat, menjaga silaturrahmi kita. Witing tresno jalaran soko kulino -haha nggak nyambung-. Take some pictures....

nggak nahan liat wajah-wajahnya

Tag : ,

Bubernya Uye!

Pokoknya, kalo udah Ramadhan itu yaa, jadwal udah tertata rapi sebelum ramadhan. Mulai dari jadwal takjil, jadwal pengajian(?), jadwal tarling kota, sampe jadwal buber dari berbagai komunitas pun telah rapih pih pih. Nah, kali ini aku cuman share Bukbernya Sejaty Selatan yang subhanallah...

5 July 2014, mungkinkah aku melewati hari spesial ini? -wkwk-
Sebelum acara ini diadakan, sempat terjadi percekcokan antara 3 orang. Kami berbeda persepsi. Yah, namanya manusia. *lagilagibawabawamanusia* Kami berbeda maksud. Semua ini berawal dari si Fulanah yang menginginkan untuk buka bersama. Si Fulanah berdiskusi dengan si Fulanah 2 tentang acara tersebut. Kesimpulannya, kami buka bersama di rumah Yassin. Yeay!
Namun, sesuatu hal buruk kembali terjadi. Apa ini maksudnya mereka? Si Fulanah tidak mengerti apapun. Hingga si Fulanah melabrak *wesehlebay* tepatnya mengkonfirmasi kembali kepada si Fulanah 2. Pagi hari, permasalahan itu muncul. Siang hari, masalah itu jadi lebih HOT. Sore hari, kami lega. Ini hanya salah sangka. Salah perkiraan sang pemilik rumah, Yassin. Fiuh!

Saat hari H pun tiba.
"Nis, tau rumah Yassin kan?" inbox dari Kamilah.
"Tau kok..." send
"Oke" reply-nya Kamilah.
"Mil, jam 4 ntar main ke rumahmu dulu ya."
"Yo" jawaban yang minta berhenti smsannya.

Rencana ke rumah Kamilah hampir batal, grgr sang adek masih tidur. Nggak mau nganterin. Asem sangat! Masih ada ayah sih. Cuman kalo adek yang nganter itu lebih...ya gitu lah. Ayah juga lagi sibuk pas itu-_-

Sesampainya di rumah Kamilah.
"Mil, yang nyetir ibumu?" aku nanya
"Bukan... Ntar temenne bapakku"
FYI, nama sopirnya Pak Pur. Saya sangat salut dengan beliau. Why? Terbukti sangat tepat waktu dalam perjanjian. Pas banget datengnya jam 16.30 WIB nggak telat dan nggak kecepetan.
Daaaan berangkat. Ohiya, ada Aziza juga waktu itu. Si Jijeh emang lagi traveling. Gahol gitu ya.

Mana rumah Yassin???? Jeger! Lupa jalan! Pokoknya ada ini dan ini. Yerus lewat itu dan itu. Perasaan udah lewat sini kok lupa-_- Bertanya di sebuah warungpun. Nggak tau jalan juga. Aduh ini manusia sama tetangganya udah pada nggak kenal yak(?)
Sudah lelah kami menunggu. Jurus jitu Kamilah dikeluarkan ; NELPON. Yap, Kamilah nelpon Yassin.

*ceritanya udah nyampe di rumah Yassin*
Suasana sangat sepi mencekeram. Mana personil-personil bukber gratis ini? Hanya Inaz yang sabar menunggu sedari tadi. Sempat terbesit dalam pikiran kalo yang buka bersama hanya ADR saja. YaAllah tolong. Sambil menunggu mereka, kami mengobrol ria dan yaaaa seperti biasa mamanya Yassin selalu bilang "Nisa tambah gendut aja" OGW, segendut inikah saya?
*ceritanya udah banyak yang dateng*
Berasa kumpul MtsN1Solo. Hihi.
Suasana udah mulai rame. Kak Wardah ngebawa pasukan yang lumayan. Biasalah, awal-awalnya kenalan dulu. Nama? Rumah?  Kelas? Angkatan? Dan yang bikin berkesan, ada kakak yang subhanallah sangat menghidupkan acara ini. Dari angkatan 13 hingga angkatan 19 ada perwakilannya. Bisa share kuliah juga. Cerita kehidupan yang ujung-ujungnya n*kah.
*ceritanya udah selesai buka bersama*
Seperti biasa, foto-foto pastinya...


Tag : , , ,

Emang Bikin Bangga

Kalian pasti tahu slogan itu. Yap! Itu slogan sebuah nama rokok. Tapi, aku tak ingin membahas hal itu. Aku hanya ingin mengungkapkan, bahwa kami memang membanggakan. Kau tahu kenapa?
SEJATY.
Nama yang indah. Mengukir berbagai prestasi di berbagai bidang. Bidang olahraga maupun seni budaya. Anggota kami cukup banyak. Hingga kami membutuhkan 2 bus untuk pulang kampung. Jalur utara dan selatan. Kalian tahu kan bagian utara-selatan nya Jawa Tengah? Apa perlu penjelasan? Aku yakin tidak.

Lantas apa yang dibanggakan?

Mulai dari bidang olahraga. Setiap kali, walau jarang, kami selalu diajak sparing sama anak Megakom (Megapolitan Community). Terutama sepak bola. Kalo basket sih kayaknya ... lebih bisa dibanggakan. Haha. Hmm, tentu saja kami tak menolak atas tawaran sparing itu. Aku berpikir, "Banyak juga ya yang jago sepak bola." Tak usah ku sebutkan. Awalnya aku mengira bakalan unggul si lawan. Dengan pertahanan mereka yang kuat dan suporternya yang ruarr biasa. Namun, usaha tetap usaha. Do'a tetap do'a. Sejaty tetap unggul. Hal itu tak membuat kami sombong. Permainan pasti ada yang menang dan kalah kan? Lagian juga pertandingan persahabatan.

Lanjuuuuut.
Sekarang di bidang seni budaya. Namanya seni pastilah berbau kedaerahan. Yang ini nih yang ku tunggu-tunggu.Saling berbagi kebahagiaan. Saling berbagi ilmu antar daerah. Nah, di Hari Musik tahun ini, Sejaty akan menampilkan sebuah lagu dengan judul Lir Ilir yang diiringi dengan angklung. Alunan musik yang pas ditambah dengan 2 orang penyanyi yang nyaring suaranya (beuh!). Dengan juri Kak Gozal with Kak Sidqy, jangan ditanya kehebatannya. Selama 9 menit hampir 10 menit (sorry lupa), kami menunjukkan bakat terpendam kami.

Terus latihannya kapan?

Ada 2 kali latihan selama 1 minggu. Jadwal telah dibuat sedemikian rupa. Entah kenapa ada 1 kali lahitan yang tak bisa terlaksana. Namun, ada gantinya kok. Yakni hari Sabtu sebelum penampilan (yeay!). Sang ketua, Rahadian Rizal Akmal, telah merancang konsep saat penampilan. Keren juga konsepnya. Berbekal latihan yang sungguh-sungguh dan do'a yang kuat;
kami Sejaty berhasil memperebutkan juara pertama dan disusul Megakom dengan juara kedua.
Alhamdulillah 

Sejaty 13/14 Juara 1 Hari Musik

Sejaty (AstonicDR) Road to JOGJA-SOLO

Hi Bros...
Sejenak teringat kalo aku punya blog. Sekalinya inget, pasti bingung mau ngisi apaan. Untungnya, eh bukan, alhamdulillahnya liburan ku nggak jomblo mendekam di rumah, sendirian, depan laptop, mantengin timeline, liat status nggak bermutu, liat foto temen yang abis liburan, dll. Alhamdulillahnya juga, aku punya SEJATY yang bisa jalan-jalan bareng (ADR).
Oiya, SEJATY apaan ya? SEJATY itu (SEntral Java communiTy dan Yogyakarta) *maksa*. Komunitas di ICS yang asalnya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

*lanjut*

Rencana demi rencana telah tersusun, walaupun belum rapih. Sang Presiden, Rahadian Rizal Akmal berkali-kali mengganti tanggal agar semuanya bisa ikut. Bisa terhitung sebanyak 4 kali ganti tanggal. Dan fixnya tanggal 28 Desember 2013, kita berangkaaat!
Nampaknya niat nian kita pengen banget ngadain acara ini. Kita ngerencanainnya udah sejak dahulu kala. Awalnya sih nggak percaya ini bakalan terjadi. Tapi ternyataaaa...

Bersama Kamilah, Inaz and her twin (Mutiara), Savira, Novri, Rasyid, Kukun, dan Aun, kami berangkat dari Stasiun Purwosari dengan kereta Sriwedari AC pukul 11.17. Lama juga nyampe nya. Pukul *lupa* kita turun di Stasiun Maguwo, abis tu naik Bus Trans Jogja menuju Gemblok *singkatan  yang mereka bikin* (Gembira Loka). Begitu masuk, ketemu sama Choki dan Ayu. Kerennya, baju mereka couple-an :). Berhubung denger adzan, kita sholat dulu. Sholat selesai, si Gantang datang. Oke, nungguin Gantang sholat.

 *next*

Makan dulu atau masuk dulu baru makan? Akhwat sih males makan, maunya ngemil. Tapi, berhubung perut sang ikhwan berkeroncong di siang bolong gini, okeeh, makan dulu. Tetep aja, aku bersikeras untuk tidak makan karena nggak mood. Kami mencari warung makan yang kosong. 1, 2, 3, nggak ada yang kosong. Dan 4, kosong banget. Berasa warung makan milik kita. Rame banget, (nggak) malu-maluin.

Sepanjang perjalanan ketawaaa mulu, (nggak) capek sih.
"Ini mana pintu masuknya??".
"Wah, foto di pohon besar keren tau."
"Ini belom apa-apa, udah foto-foto."
Sesi foto-foto akan dilanjutkan, kita masuk ke kebun binatangnya. Dalam hati, kok semua orang jalannya berlawanan arah sama kita ya? Yaiyalah, orang kita jalan ke arah pintu keluarnya-___-. Pak Satpam bilang, "Pintu masuknya sebelah sana, Dek". Gubrak!. Haruskah kita muter lagi??? Nggak sanggup Pak. Berhubung bapaknya baik, kita diperbolehkan masuk lewat pintu keluar.
"Dasar, ndeso sih, pintu masuk aja nggak ngerti."
"Sebenere, tiap minggu aku pernah kesini loh."
"Trus kenapa?"
"Ya nggak papa, perasaan dulu pintu masuknya bukan sini kok."
"Kenapa nggak bilang dari tadi...???"
"Udah terlanjur, rasah dibahas."
Udah nih, kita beli tiketnya, si Rasyid ngitung.
"Kok kurang dua orang cewek?"
"Kamilaaaah!!"
"Ayu juga!"
"Weh, mereka muter beneran?? Semangat amat."

Oke sekitar 5 menit kita nunggui Kamilah dan Ayu masuk. Nggak tau nya mereka malah foto-foto sama patung, bukan patung ternyata! dia manusia beneran! Mulai deeeh, Choki minta difotoin... berimbas ke yang lainnya termasuk saya. Lumayanlah nunggu Kamilah n Ayu, dapet foto-foto.

Perjalanan masih panjang. Orang pada liatin kita yang dari tadi heboh sendiri. Sampe salah satu pertigaan ada tulisan 'FOLLOW US @...*lupa*' dan si Rasyid kembali berulah.
"Eh, eh, tulisannya diganti @Gmess_mu."
Gubrak! Ketawa lagi. Udaaaah, kali ini bener-bener lepas. Bodo amat diliatin orang lewat.
Si Rasyid terus iseng. Nempelin tulisan @Gmess_mu dimana2. Terus si Aun pake nambahin gini,
"Ntar di 1cak.com ada postingan '@Gmess_mu everywhere'."
Plakplakplak. Udah ah lanjut perjalanannya. Ngek, udah kita ngeblocking jalan. Bikin orang pada liatin kita. Masiiiih aja berulah. Apaan coba, liat Speed Boat pada mupeng pengen naik. Belom liat hewannya juga udah aneh-aneh. Anehnya lagi, ada seseorang bilang, "Eh, eh, itu boom-boom car. Itu boom-boom car namanya." Oh God, he is my friend. So why?

Kita jalan sepanjang kolam buatan itu dan bertemu dengan sekelompok anak yang renang gratis. Dengan SKSD-nya si anak kecil nyapa kita dan kita nyapa mereka. Sungguh indah hidup ini. Sebuah perkataan lucu keluar dari mulut salah satu diantara kita,
"Kasian amat ya mereka cuman bisa ngeliatin di selokannya, nggak bisa naik Speed Boat."
Gubrak. Plak. Rasanya pengen nonjok orang tu. Tapi malah ketawa lagi. Lagian mereka (orang yang nonton Speed Boat di selokan) kayak mupeng gitu sih. Kesian amat.

"Kok dari tadi kita ketemu toilet umum terus siih, mana hewannya ya?" Kamilah said.
"Nih, ada gajah lepas." jawab Aun sembari menunjuk Choki.
Sial bener temen gua.
Akhirnya kita nemuin hewan juga. Gajah, hewan pertama yang kita lihat. Niatnya pengen naik gajah sih, tapi ngantrinya lama pake banget sih. Jadinya nggak jadi. Lama-lama kita mencar, pengen liat sesuka kita. Tapi kok kayaknya cuman aku yang terlihat paling semangat liat hewannya. Abisnya mereka lama banget berhenti di tiap kandang. Seru sih liat hewan, tapi ada yang bikin nyesek. Apaan? Hewannya jomblo. Nggak ada couple nya. Lebih kesian lagi, si hewannya cuman cengoh diantara pengunjung. Bingung keles diliat banyak orang. Bingung juga keles, banyak orang yang ngefotoin dia.

Lanjut nih ke bagian ampibi. Serem, agak menji***kan, ada yang unyu. Bunglon nya unyu loh kawan. Ularnya apalagi. Bikin gemes. Oiya, sebenernya aku pengen berinteraksi sama ularnya. Cuman yang lain asyik banget merhatiin ular yang ada di kandang nya. Pada sibuk ngefotoin hewan, yaudah aku jalan sendiri (lagi). Sesi ampibi kita emang nggak banyak bicara. Tau diri lah, tempatnya yang sempit bikin kita juga susah jalan. Apalagi ngobrol. Oke, abia tuuu kita berfoto ria lagi. Ngeblocking jalan lagi. "Dasar ya wong ndeso." someone said.

Perjalanan masih panjang, euy. Sambil rehat, foto-foto lagi aja. Yaelah, yang bilang 'wong ndeso' tadi malah minta difoto-fotoin teruuus. Jadi siapa yang 'ndeso'? *youknowlahsiapaorangnya* *nyengir*
Abis tu ngapain lagi ya? Ntar inget-inget dulu. Oiya, sholat ashar! Berhubung yang akhwat udah pada sholat, giliran ikhwannya. Nah, ini dia. Jepret lagi, jepret lagi. Dasar ya emang. Kali ini bener-bener nggak ndeso. Sudah sewajarnya.
"Mana Kamilah?" seseorang menyadari bahwa Kamilah nggak ada.
"Ya Rabb, cah iki mblayang dewe." jawabku.
"Eh, ini udah keluar aja."
"Tadi kan kita masuk dari pintu keluar, habis ni keluar dari pintu masuk."
Jegeeerrr! Meledak tawa kita! Mengingat kejadian tadi yang (nggak) memalukan.
Tapi mana pintu keluarnya? Dari tadi jalan nggak ketemu pintu keluarnya. Oh di ujung sana.
Waw, ada tukang foto yang sekali cetak Rp15.000,00 itu loh. Kita kan belom foto bareng ber dua belas. Yak ini panjang banget ceritanya. Yang jelas kita bisa foto berdua belas yang belakangnya ada tulisa "Gembira Loka Zoo".

Oke, kata Rasyid jam 4 sore kita udah keluar dari Gemblok. Udah jam 4, saat nya cepet-cepet keluar. Soalnya Jogja rame juga. Ngejar Trans Jogja juga. Ini sabtu bros, pasti macet. Tengtong. Ini kenapa nggak keluar-keluar sih, malah ngeblocking  jalan lagi (?). Malah foto-foto di depan pintu keluar. Parah banget emang. Kirain mau ngapain, cuman mau foto-foto doang. Ah, biarin.
*.*
Saat ke halte...
Udah beli tiket. Lumayan lama nunggu bis nya. Sekalinya dateng, kita malah nggak naik-naik. Pada ragu sih, ini bis kita atau bukan. Oh God, haruskah nunggu lebih dari 15 menit? Aku hampir ketiduran di halte. Bisnya udah dateng. Kenapa pas aku mau tidur bentar aja, bisnya malah datang. Bersyukur. Di bis, Oh God Why? Bersyukur. Jalan rayanya, Oh God Why? Bersyukur. Turun. Dan lanjut ke Malioboro.
"Choki jalannya cepet banget."
"Nggak bisa nyebrang jalan."
"Di belakang masih ada Novri sama Ocit."
"Akhire cah..."
Biasa, nggak pernah keluar rumah ni anak, jadinya, nyebrang aja nggak jadi.
Ini belum malam, tapi udah padet. Nggak mau disini lama-lama. Si Rasyid ngasih komando lagi. Oiya, sebelumnya, Choki minta pamitan sama foto untuk terakhir kalinya di sesi jalan-jalan ini. Choki dijemput saudaranya ternyata kawan. Yeah, tinggal 11 orang. Aku sama Ayu mempercepat jalan. Haus banget pengen nyari warung-warung gitu buat minum. Yap ketemu!

Lanjuuut lagi ke Stasiun Tugu. Oh, betapa jauhnya Stasiun Tugu. Oh, Malioboro, betapa panjangnya Anda. Oh, kakiku pegel. Semangaaaat! Sampai sana, Ayu dijemput. Sendirian deh. Wait, nyampe sana nggak ada orang. Perasaan Rasyid sama Novri beli tiket kereta buat balik ke Solo deh. Tapi mana tuh orang?. Kamilah, Inaz, Savira, Mutiara Gantang, dan Aun masih belanja. Oke, di stasiun sendirian malem minggu nungguin mereka. Tbtb Rasyid sms. Gubrak! Ternyata mereka ada di masjid Malioboro buat sholat maghrib. Apakah gue harus nyusul mereka? Alhamdulillah, ketemu Gantang sama Aun di gerbang stasiun.
"Loh kalian? Kok balik? Nggak sholat di masjid Malioboro?" tanyaku.
"Nggak, ngapain? Lagian wes tekan kene." jawab Gantang.
Kita (aku, Gantang, Aun) memutuskan buat sholat di stasiun aja. Abis sholat, Gantang sama Aun mau belanja lagi. Oh God Why. Dan anehnya, aku ngikutin mereka. Tambah pegel ni kaki dari tadi bolak-balik mulu. Akhirnya, ketemu Savira sama Kamilah. Nah, ada temen balik ke stasiun. Di perjalanannya ada someone yang ceritanya tersepona sama Savira. Hehe. Eh, ternyata someone itu takut sama kuda. Oh God Why. Keren sih, kaya sinetron gituu. Gimana perasaan Savira saat itu? Tanyakan sendiri.

Udah ni, laper juga. Batere low. Garing. Tbtb Novri telpon Kamilah. Tbtb juga Aun dan Gantang datang. Dikarenakan Kamilah kesal berbicara sama Novri yang nggak nyambung, akhirnya Kamilah memberikan handphone nya ke Aun. Biarkan mereka yang ngobrol. Oh Heeii!! Novri, Rasyid, Kukun, Mutiara, dan Inaz ternyata udah ada di dalam. Santai aja sih, masih 15 menit menuju keberangkatan. Gantang pun pulang ke tempat kakaknya di Alun-alun Utara Yogyakarta (kata Gantang). Hati-hati Gantang... Tinggal ber empat. Keep Spirit. Rasyid mencarikan tempat duduk yang enak. Dan lagi-lagi foto-foto. Mutiara menjadi korban lagi. Kesian amat. Udah jam 20.10 nih. Kereta udah mau datang. Tapi... Oh God Why, keretanya telat datang sekitar 15 menit kemudian.  Begitu keretanya datang, Oh God Why, ternyata orang-orang menunggu kereta Prameks (Prambanan Ekspres) ini. Oke berdiri. Dan begitu nyampe di Stasiun Maguwo, lama amat berhentinyaaa. Oh ternyata dan banyak ternyata. Di kereta banyak cerita. Kamilah yang bagai pangeran sedang memangku Savira dengan tidur berdiri. Kamilah yang asyik banget cerita sama Novri tentang Assalam. Rasyid sama Kukun yang minta difotoin mulu. Aku yang capek dari tadi berdiri mulu. Dan nyampe juga di Solo pukul 22.15.
"Yang cewek langsung pulang yoo." kata Aun.
Kamilah langsung nyari taksi. Aku nelfon minta jemput. Anak ikhwan yang nggak tau ngapain. Dan besok pagi masih lanjut di CFD sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Yeay! Tapi sayang seribu sayang, aku nggak ikutan karena something important.

Haduhduh, pengen lagi kayak gini :3
*selesai*
*nih foto-fotonya*

di Gembira Loka
serasa boyband

together
ini choki
ini Gantang yang selalu bilang "wong ndeso"

CFD; ceritanya jaket novri dipake buat bendera Astonic *plak*

Popular Post

- Copyright © Mampukah kita melintasi dahsyatnya badai kehidupan? - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -